Sabtu, 03 September 2016

Bismilah.....(Perasaan hati bagiku )

Mari memulai hari ini dengan perasaan penuh semangat dan perasaan yang bahagia. Membuang perasaan kesal semalam. Membuang perasaan sedih semalam. Membuang semua hal yang membebani hati.

Hati tempat semua hal tersembunyi. Hati tempat semua hal terumpuk, tersimpan dan terkadang tlah mendarah daging karena terlalu lama terbenam. Perasaan, bagiku seperti creamer dalam secangkir kopi yang memberikan penawar atas rasa pahit atau bisa juga sesendok gula yang tertuang dalam secangkir teh. Bagiku perasaan itu adalah sesuatu yang sangat menentukan bagaimana hati saat ini. Perasaan merupakan hal sederhana....yang ingin diciptakan. Perasaan bisa timbul karena diinginkan. Entah itu sedih, senang, bahagia, sengsara, gundah, galau, bingung.....bagiku perasaan internal lebih kuat pengaruhnya di banding kondisi external yang mampu mencipta sejuta perasaan yang timbul.
Semua kesimpulan ini bukan dari hasil survey, kuissoner, atau dari penelitian tetapi dari dalam diriku sendiri.

Hati dan perasaan bagiku tentang hal yang di inginkan dan yang tidak di inginkan. Semua di tentukan oleh hati dan perasaan. Managemen hati ada di perasaan. Hati bagiku seperti sebuah kostum. Bagaimana hati dapat tercermin dari penampilan fisik. Bagaimana hati dan perasaan bisa tercermin dari raut wajah, tatap mata, gerak gerik. Penampilan fisik tidak akan pernah menipu tetang bagaimana hati. Baik buruk hati bagiku sekali lagi tetang hal yang di inginkan dan tidak diinginkan.

Sekarang berbicara tentang hal yang diinginkan dan tidak diinginkan dalam mengontrol perasaan dalam hati. Setiap managemen memerlukan kontrol yang baik dalam pelaksanaannya. Begitu pula dalam menentukan sebuah keinginan hati untuk menentukan perasaan. Banyak hal yang harus dilewati tidak sekedar menutupi perasaan sedih dengan menumbuhkan perasaan bahagia melainkan sebuah perjuangan batin.

Batin apakah itu batin. Berhubung aku bukan seorang ahli dalam hal apapun jadi batin bagiku inti sari dari hati. Batin bagiku bagian terdalam dalam hati. Pergulatan batin sering dialami bagi setiap diri ketika ingin menunjukkan sebuah perasaan dalam hatinya. Meskipun sebuah perasaan terkadang timbul tanpa perdebatan panjang. Jika benar timbul tanpa perdebatan panjang dalam hati....bagiku itulah ketulusan dari dalam batinnya. Namun jika ada perdebatan....siapakah yang melakukannya..bukankah sebuah batin selalu jujur...jika sakit dia bilang sakit, sedih dia bilang sedih, bahagia dia akan bilang bahagia.....
Nafas panjang......sebuah helaan nafas cukup mampu menjernihkan.....O2 selalu memberi ruang untuk bertanya pada si otak....bagiku lagi2...sebuah perdebatan batin timbul oleh sebuah penyakit yaitu si ego...dan si gengsi. Mereka adalah 2 hal yang selalu memprofokasi perasaan yang tidak pernah mengenal situasi dan kondisi........

bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar