Sejak Pertemuan itu
Aku tidak kecewa sungguh...
Aku tidak kecewa sungguh...
Tapi kekecewaanku terhadapmu adalah semua sikapmu...
Sikapmu membuat aku merasa tak Nyaman
Sikapmu membuat aku merasa tak Nyaman
Sikapmu yang terus memojokkan aku membuat hatiku berontak
Sikapmu justru memaksaku berlari dan terus berlari dari mu...
Aku ingin di cintai dengan logika....
Aku tak ingin di cintai karena keharusan...
Kau benar- benar membuat aku gamang...tak berarah...
Sikapmu justru memaksaku berlari dan terus berlari dari mu...
Aku ingin di cintai dengan logika....
Aku tak ingin di cintai karena keharusan...
Kau benar- benar membuat aku gamang...tak berarah...
Aku mengagumimu karena kepintaranmu...
Tapi ...aku tak mampu mencintaimu...
Karena setiap saat kau hanya bicara keibaan...
Karena setiap saat kau hanya bicara keibaan...
Dan kau terhanyut dalam masalalu kelammu...
Kamu tau aku bukan seseorang yang mampu
Menyembuhkan luka masalalumu...
Yang ku inginkan saat itu adalah membiarkan mentari bersinar
Dari redup dan lama kelamaan akan bersinar terang....
Seperti bunga dia akan kuncup kemudian berkembang
Tapi kamu membuat hatiku
Seperti tumbuhan yang baru akan tumbuh
Kamu tau aku bukan seseorang yang mampu
Menyembuhkan luka masalalumu...
Yang ku inginkan saat itu adalah membiarkan mentari bersinar
Dari redup dan lama kelamaan akan bersinar terang....
Seperti bunga dia akan kuncup kemudian berkembang
Tapi kamu membuat hatiku
Seperti tumbuhan yang baru akan tumbuh
Kemudian terpanggang matahari....
Perasaan ini aku gali dan aku cari..
Tapi sebelum semua mampu aku rasakan....
Kau mendesakku begitu bertubi...
Dan itu menghancurkan aku...
Menghancurkan semua perasaanku...
Kepulanganku kemarin ...Itu
kenekatanku....memaknai hidupku....
Kepulanganku kemarin ...Itu
kenekatanku....memaknai hidupku....
Meski semua berakhir ...tak seperti yang kau harapkan..
Setidaknya untuk aku pribadi....
Aku sangat menghargai dan menghormati
Semua niat baik dan ketulusanmu....
Aku hanya Perempuan biasa
Yang terlahir dari rusuk Adam
Tempatku disisi hati...bukan di ujung dahi
Kau kelihatan lemah disisihku
Sedangkan yang seharusnya aku lemah karena tatapmatamu
Maaf kan aku Mas Nur....
Aku bukan perempaun terbaik untukmu
Biarkan aku tetap jadi sahabat
Biarkan aku tetap jadi sekedar teman
Jika semua ini tak kau hiraukan....
Yakinlah bahwa kehadiran dan kepergianku
Bekasi, 151208h.art

Tidak ada komentar:
Posting Komentar